1. Dibandingkan Mikrotik harga IPCop jelas lebih kompetitif
2. Dibandingkan pilihan beberapa distro Linux lainnya, kemudahan yang
ditawarkan IPCop merupakan pertimbangan yang sangat menarik bagi saya…
Learning curve dari IPCop sangatlah mudah… bisa dibayangkan kalau semua
urusan saya pegang sendiri… (thinking)
3. IPCop cukup flexibel dan terhadap penambahan fitur2… dan penambahan
fitur (Addon) biasanya disertai GUI yang user friendly untuk memanage
service tersebut.
Skema Koneksi Perangkat
Secara skematis koneksi antar device2 yang ada bisa digambarkan sebagai berikut…
1. IPCop, Main Switch dan ADSL Modem kami letakkan di Musholla Nurul Iman
2. Red interface IPCop terhubung dengan ADSL Modem
3. Green interface terhubung melalui kabel sepanjang 70m ke rumah saya
4. Blue interface didistribusikan ke client baik melalui media kabel ataupun wireless
Hardware untuk IPCop
Dengan berbagai limitasi budget, pilihan hardware untuk IPCop ini
jatuh pada sebuah Compaq Deskpro EN dengan CPU Pentium 3 (666 MHz), RAM
128 Mb, 1 buah network card on-board, tambahan 2 buah network card PCI
dan kipas secukupnya…

Untuk storage kali ini saya memilih HDD IDE 40GB @ 7200 rpm
dibandingkan CF-Card… mengingat keterbatasan erase/write cycle CF card…
Sebagai info sebuah proxy server akan dengan cepat melampaui batasan
jumlah erase/write tersebut… Sementara dalam deployment ini Proxy server
adalah salah satu fitur utama yang kami harapkan untuk membantu
mengefisiensikan koneksi, juga Proxy dibutuhkan agar URL Filter bisa
berjalan… kami sangat harapkan URL Filter sebagai pengaman mata2
innocent dari hal2 yang tidak baik…
Instalasi IPCop
Untuk cara instalasi IPCop bisa dirujuk pada tulisan saya terdahulu
http://www.bigwisu.com/2008/10/25/instalasi-ipcop
Bedanya saat sampai tahap “Network Configuration Type”

network perlu dispecify sebagai Green + Blue + Red. Kemudian saat
Address settings, masing2 interface saya buat static pada subnet yang
berbeda…
Red -> ip, subnet sesuai modem… gateway adalah ip modem dan DNS milik speedy
Green -> 192.168.69.1 subnet 255.255.255.0
Blue -> 192.168.0.1 subnet 255.255.255.0
Sementara config seperti ini saja sudah memadai… ada beberapa port yang saya forward ke IPCop untuk vpn dsb…
Setelah setting ini tool yang sangat penting adalah permanent marker… ada 3 network card… potensi untuk tertukar sangat besar…
Administrasi IPCop
Administrasi IPCop dilakukan dengan web browser yang mengakses
http://ip.green.inter.face:81 atau dalam hal ini http://192.168.69.1:81
Untuk install addon perlu diaktifkan ssh access ke IPCop
Registrasi Client
Seperti yang sudah saya gambarkan di atas, semua client akan berada
pada Blue Network dari IPCop… Seorang yang berada di Blue Network bisa
langsung terkoneksi ke jaringan dan mendapatkan IP, akan tetapi agar
mereka bisa mengakses internet butuh seorang admin untuk meregistrasikan
komputer mereka ke IPCop.
Sebenarnya ada trik yang lebih extreme dalam mengamankan akses client ini… seperti yang diterapkan oleh
Anwar di RT/RW-net nya dia… namun saya tidak akan membahasnya dalam tulisan ini
Untuk registrasi, pertama client harus terkoneksi dulu ke Blue
Network, kemudian dari Web interface IPCop kita tuju menu Firewall
>> Blue Access, di halaman ini anda bisa mencari nama yang sesuai
pada kolom Hostname untuk komputer yang bersangkutan

Tinggal klik icon berwarna biru yang berada menyelesaikan registrasi komputer tersebut.
Advance Proxy
Addon ini bisa diperoleh dari situs
http://www.advproxy.net/
Advanced Proxy is an add-on module for the popular Linux based firewall
distributions IPCop and SmoothWall, extending their web proxy
functionality with a lot of versatile and useful additional features.
Dalam deployment saya addon ini berfungsi untuk memblok Windows
Update, mengingat banyak client yang masih menggunakan Win$ cap MangDu…
bakal merepotkan jika Win$ minta registrasi…
URLFilter
Addon ini bisa diperoleh dari situs
http://www.urlfilter.net/,
addon ini kemudian saya setup untuk ambil data blacklist dari Shalla
Secure Services
Adanya URL Filter ini membuat para orang tua merasa aman terhadap kebiasaan internetan anak mereka.
Monitoring Penggunaan Bandwidth pada Client
Awalnya beberapa user mengalami masalah dengan koneksi ke salah satu
perangkat wireless… permasalahan ini sebenarnya diluar scope IPCop,
namun untuk monitoring saya instal addon dari
http://www.sischmitz.de/en/xtgraphs.html
dengan addon ini saya bisa lihat dalam grafik yang manis aktifitas
penggunaan bandwidth masing2 client sehingga saya tahu berapa lama
masalah berlangsung…

Feed back dari Anwar yang juga pakai addon ini di RT/RW-Net nya di
Pamulang adalah kemampuan untuk mengetahui siapa saja user nakal di
network yang suka menghabiskan bandwith…
Pembatasan Bandwidth
untuk itu instalasi IPCop nya melakukan pembatasan
bandwidth terhadap client nakal dengan menggunakan addon
layer-7 filter.